TUGAS 1 TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI
- Get link
- X
- Other Apps
Dapat dilihat pada tahun 1916 teori organisasi klasik mengalami produktivitas yang sangat pesat di pabrik maupun perusahaan.
Sembari menilik kembali seorang industrialisasi Fayol yang pada saat itu mengalami kebangkrutan yang menyebabkan dirinya harus mengatasinya dengan bergagai cara, salah satunya memperbaiki manajamen yang ada pada perusahaan atau organisasinya tersebut.
Ia berkeyakinan baha keberhasilan yang terjadi dalam organisasi tidak hanya dpengaruhi oleh mutu ribadi akan tetapi juga dipengaruhi oleh metode-metode yang ada pada pelaksanaan organisasi tersebut.
Sehingga terlahirlah sebuah pemikiran yang dapat dirumuskan untuk memperbaiki sistem atau metode yang ada pada organissi tersebut. Pemikiran Fayol yang dilakukan untuk penuntasan masalah organisasinya dapat dijabarkan sebagai berikut :
- Teknis
- Dagang
- Keuangan
- Keamanan
- Akuntansi
Akan tetapi seiring dengan pelaksanaan metode yang telah dirumuskan tadi terdapat kekurangan serta kelebihan yang ada pada manajemen organisasi klasik yang telah diterapkan. Adapun kelebihan dari teori tersebut meliputi :
- Keefisiensian produktivitas yang tercipta dari tenaga kerja
- Metode tersebut lebih mengarah pada pengembangan potensi tenaga kerja
- Metode tersebut mampu memberi rancangan kerja
Sedangkan kekurangan atau kelemahan yang ada pada teori organisasi manajemen klasik meliputi :
- Peningkatan produktivitas sering mengakibatkan pemberhentian kerja atau perubahan yang terjadi perubahan upah
- Teori ini kurang memiliki kebutuhan sosial
- Manajer selalu menganggap remeh individu yang ada dibawahnya
Sehingga menurut penganut aliran tersebut memilki pendapat bahwa suatu organisasi harus bergantung pada empat kondisi pokok yang harus ada sebelumnya meliputi kekuasaan, saling melayani, doktrin, serta disiplin. Hal tersebut dilakukan dengan maksud agar pelaksanaan kegiatan yang ada pada organisasi dapat terlaksana dengan mudah.
Demikian artikel yang membahas tentang Teori Klasik, Kekurangan Dan Kelebihan Teori Organisasi Klasik, Serta Kondisi Pokok Teori Organisasi Klasik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.
b MANFAAT APAKAH YANG DAPAT DI AMBIL DALAM METODE ILMIAH
Melakukan Observasi
Observasi adalah pengamatan lingkungan sekitar untuk menentukan objek yang paling tepat untuk penelitian. Menurut pelaksanaannya observasi dapat dibedakan menjadi 2 buah bentuk sebagai berikut.
- Observasi partisipasi (pengamatan terlibat) yaitu penelitian ikut aktif berpartisipasi pada aktivitas yang sedang diamati. Berdasarkan segi keterlibatan pengamat (observer), aktivitas observer dapat dibedakan menjadi partisipasi sebagian dan partisipasi penuh.
- Observasi nonpartisipasi atau pengamatan tidak terlibat yaitu observer tidak melibatkan diri ke dalam objek.
2. Mengumpulkan Data
Setelah melakukan observasi maka tahap selanjutnya adalah mengumpulkan data atau keterangan. Pengumpulan data dapat dilakukan saat pengamatan langsung (observasi) atau secara kepustakaan (membaca buku-buku hasil penelitian sebelumnya).
3. Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan suatu pertanyaan apa, mengapa, atau bagaimana tentang objek yang akan diteliti. Masalah yang akan diteliti harus jelas batasannya. Misalnya, "Bagaimana pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang kedelai".
4. Mengajukan hipotesis
Hipotesis menunjukkan jawaban dari masalah yang sedang diteliti. Jadi hipotesis merupakan dugaan sementara yang didukung oleh pengetahuan dan teori relevan yang telah dimiliki. Hipotesis inilah yang harus diuji kebenarannya melalui observasi atau eksperimen. Contoh hipotesis adalah "Ada pengaruh pemberian jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman jagung".
5. Melakukan eksperimen
Hipotesis harus diuji dengan mengumpulkan berbagai fakta-fakta dan data yang relevan untuk mengetahui apakah fakta-fakta dan data itu mendukung hipotesis yang telah diajukan atau tidak. Fakta dapat berupa observasi maupun pengamatan, contohnya pengamatan secara langsung atau dengan mikroskop. Data dapat diperoleh melalui percobaan atau ksperimen baik di lapangan maupun di laboratorium.
6. Mengolah dan menganalisis data
Data yang diperoleh dapat berupa data kuantitatif (berupa angka-angka, misalnya tinggi, berat, panjang, luas, kandungan zat, dan sebagainya) maupun data kualitatif (misalnya warna, tekstur, bentuk, dan sebagainya). Pengambilan data harus menggunakan alat ukur yang tepat dan standar sehingga diperoleh data kuantitatif yang akurat.
7. Menarik kesimpulan
Kesimpulan diambil berdasarkan data-data yang telah dianalisis dan diuji untuk menerima atau menolak hipotesis yang telah diajukan. Hipotesis diterima apabila data-data yang dikumpulkan sesuai atau mendukung pernyataan dalam hipotesis. Sebaliknya bila data-data tidak sesuai dengan eksperimen maka hipotesis harus ditolak. Contohnya, ada pengaruh intensitas cahaya dimana tanaman yang berada di tempat gelap memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari pada yang di tempat terang.
8. Mempublikasikan Hasil
Mempublikasikan hasil adalah memberi informasi kepada orang lain hasil dari eksperimen yang telah dilakukan agar orang lain mengetahui atau dapat mengujicobakan kembali. Mempublikasikan hasil dapat dilakukan dengan menyusun laporan hasil penelitian atau laporan ilmiah, menerbitkan dalam jurnal penelitian, ataupun koran sekolah.
c/ pendekatan manakah yang lebih sesuai diterapkan pada perkembangan teori organisasi saat ini?
Berdasarkan teori organisasi yang telah dibeberkan diatas kiranya ada sedikit kesulitan untuk menentukan teori organisasi yang banyak dipakai di indonesia. Namun secara kasat mata bahwa organisasi – organisasi di Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh teori organisasi modern. Organisasi di indonesia tidak menekankan analisis dan deskripsi sendiri – sendiri. Selain itu konsep dinamis, horizontal dan multidimensi yang ditunjukan sebagian organisasi di Indonesia semakin memperkuat pandangan bahwa teori organisasi yang diterapkan di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh teori organisasi modern. Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analisa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neoklasik.
Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment