UTS TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI
- Get link
- X
- Other Apps
2. Makna dinamis
kelebihan
- Keefisiensian produktivitas yang tercipta dari tenaga kerja
- Metode tersebut lebih mengarah pada pengembangan potensi tenaga kerja
- Metode tersebut mampu memberi rancangan kerja
kelemahan
- Peningkatan produktivitas sering mengakibatkan pemberhentian kerja atau perubahan yang terjadi perubahan upah
- Teori ini kurang memiliki kebutuhan sosial
- Manajer selalu menganggap remeh individu yang ada dibawahnya
Manajemen sesuai objektif (MBO) adalah suatu proses persetujuan terhadap objektif di dalam satu organisasi sehingga manajemen dan karyawan menyetujui objektif ini dan memahami apa posisi mereka di dalam organisasi tersebut.
Sebutan "manajemen sesuai objektif" pertama dipopulerkan oleh peter drucker dalam bukunya tahun 1954 yang berjudul 'The Practice of Management'.
MBO adalah proses partisipatif, secara aktif melibatkan manajer dan para anggota dalam setiap tindakan di organiasai.
Bidang pokok dari tujuannya adalah Posisi pasar, inovasi, produktivitas, sumber daya fisik serta keuangan.
MBO dapat dicapai melalui beberapa upaya untuk efektivitas dari program MBO ( unsur efektivitas MBO), yaitu :
Contoh MBO didasari oleh karakteristik berupa SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-Specific).
Beberapa langkah yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam contoh rancangan MBO dalam perusahaan adalah sebagai berikut :
- Menentukan sasaran dan tujuan perusahaan bersangkutan
- Selain secara umun, tujuan dan sasaran bagi tiap-tiap SDA dan departemen juga harus ditentukan
- Mengontrol pelaksanaan kinerja karyawan dan pengembangannya
- Mengevaluasi setiap hasil kinerja karyawan dan prosesnya
- Memberikan Feedback (Umpan Balik)
- Memberikan Award (Penghargaan) bagi departemen, pisi ataupun inpidu karyawan yang berhasil mencapai target yang ditetapkan.
Kepribadian merupakan karakteristik seseorang yang membedakan satu orang dengan orang lain. Kepribadian meliputi karakteristik cara berpikir, berperilaku dan perasaan (mental emosional) orang tersebut.
Penelitian mengatakan bahwa kepribadian dibentuk dari berbagai macam faktor baik genetik maupun lingkungan. Kita bisa melihat adanya perbedaan karakter kepribadian antara satu orang dengan orang yang lain walaupun orang tersebut lahir dari ibu dan tinggal di keluarga yang sama.
Terjadinya turnover merupakan suatu hal yang tidak diinginkan oleh perusahaan.Turnoverkaryawan memang sudah tidak asing lagi dalam dunia Industri dan Organisasi. Kondisi lingkungan yang kurang baik, upah yang teralalu rendah, jam kerja melewati batas serta tidak adanya jaminan social merupakan penyebab utama timbulnya turnover (McKinnon 1979 dalam Hartati, 1992). Apabila terjadi turnover maka perusahaan akan mengalami kerugian, kehilangan karyawan dan mengahambat produksivitas. Kerugian perusahaan baik dari segi biaya, sumber daya, maupun motivasi karyawan.Dan kehilangan karyawan artinya diperlukan karyawan baru, perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk pengrekrutan sampai akhirnya mendapat karyawan yang sesuai dengan kebutuhan.
Saat adanya karyawan yang keluar, maka ada posisi yang kosong dan harus segera ada yang menggantikan. Selama lowong, maka ada karyawan lain yang harus mengback-up dan bisa mengakibatkan tugas menumpuk dan terbengkalai. Ini akan mempengaruhi motivasi dan semangat kerjanya. Karyawan yang sebelumnya tidak memikirkan pencari pekerjaan baru namun akhirnya berpikran untuk mencari pekerjaan lain dan berakibat munculnya intensi turnover.Ini merupakan satu gelaja yang memiliki intensi turnover.Adapun gelaja lainnya, seperti mudah mengeluh atas pekerjaan yang dilakukan, merasa tidak senang dengan pekerjaan, pernyataan yang negatif, dan tidak peduli dengan masalah yang ada dalam perusahaan.
9. HAL YANG AKAN TERJADI JIKA KARYAWAN TIDAK DAPAT MENGONTROL EMOSINYA
Bila karyawan bekerja dengan emosi negatif, maka dapat dipastikan hasil pekerjaan mereka akan menjadi tidak maksimal. Emosi negatif karyawan pasti akan mempengaruhi produktifitas, profitabilitas, kerja sama, kinerja, daya tahan, semangat kerja, dan pada akhirnya akan mengurangi keberhasilan perusahaan untuk mencapai target.
Realitas dunia bisnis dan kerja memperlihatkan tekanan yang sangat besar terhadap emosi pekerja. Tekanan dimulai dari gaji yang tidak mencukupi; dari beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas karyawan; dari perasaan khawatir tentang perilaku kepemimpinan yang bergaya hidup tinggi; dari kecemasan tentang pekerjaan dan keamanan keuangan; dari kurangnya pekerjaan yang menantang, kebosanan, dan frustrasi; dari kurangnya pengakuan terhadap kontribusi karyawan; dari jalan raya yang selalu macet dan menguras energi; dari sikap kepemimpinan yang selalu tidak dewasa menyikapi realitas; dari kompetisi untuk menemukan pekerjaan ideal; dari hubungan kerja yang kurang harmonis; dari kurangnya empati manajemen kepada tantangan dan risiko kehidupan pekerja; dari kurangnya waktu untuk mengelola fisik, spiritual dan mental; serta dari biaya hidup yang terus meningkat. Dampaknya, pekerja akan menjadi sangat mudah marah dan stres, serta hati nuraninya akan kehilangan komitmen penuh untuk keberhasilan pekerjaan mereka.
Emosi negatif akan mempengaruhi kolaborasi organisasi. Di mana, sebagian terbesar karyawan akan melepaskan energi negatif yang dapat merugikan rekan kerja mereka dengan sikap negatif mereka. Dan hasilnya, kolaborasi organisasi akan menjadi politik kantor yang saling merugikan secara etika dan integritas kerja.
Karena emosi negatif sangat tidak menguntungkan perusahaan, maka setiap manajer harus dapat menjadi energi yang mengubah sikap negatif karyawan ke sikap positif. Caranya adalah dengan mengelola karyawan melalui empati yang memperhatikan realitas karyawan. Lalu, meningkatkan keberhasilan organisasi dengan memotivasi kecerdasan emosional karyawan dalam menghadapi realitas kerja dan realitas kehidupan mereka.
10. JURNAL YANG SAYA REVIEW
∆ Perilaku Organisasi merupakan sebuah disiplin ilmu yang mempelajari tentang prilaku individu dan tingkat kelompok dalam organisasi serta dampak terhadap kinerja (baik kinerja organisasi, kelompok ataupun individual).
∆Tujuan pertama mempelajari perilaku organisasi adalah untuk dapat memahami dan menjelaskan kejadian-kejadian yang terjadi dalam organisasi. Dengan demikian kita dapat mengembangkan cara berpikir tentang kejadian- kejadian di dalam lingkunganorganisasi.
∆Perkembangan teori organisasi dimulai pada tahun 1919-an dengan lahirnya teori manajemen ilmiah, dan berakhir pada tahun 1960-an dengan lahirnya teori modern yang mengakomodasi segi manusia, mesin, teknolgi, dan lingkungan sebagai dasar peningkatan produktivitas organisasi. Pendekatan mutakhir untuk memahami organisasi dipengaruhi oleh persfektif sosial kerangka kerja sistem terbuka. Evolusi merupakan perubahan yang sangat cepat dalam perkembangan organisasi dengan memberikan inovasi baru dalam bentuk keunggulan-keunggulan dan keunikan-keunikan dari perkembangan awal sampai perkembangan yang paling mutakhir dalam teori organisasi. Evolusi atau perkembangan teori organisasi memunculkan berbagai macam pendekatan-pendekatan yang masing-masing dipengaruhi oleh cara yang digunakan untuk meninjau masalah organisasi. Keseluruhan pendekatan ini bisa dikelompokan menjadi tiga aliran utama, sesuai kurun waktu permunculan masing-masing pendekatan tersebut, yaitu pendekatan teori klasik, pendekatan neo-klasik dan pendekatan modern.
- Teori Organisasi klasik
- Teori Organisasi neoklasik
- Teori Organisasi modren
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment